Site Loader

BAB
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1  Latar
Belakang

Air
bersih dan sanitasi yang layak merupakan tujuan ke 6 dari program Sustainable
Development Goals. Air merupakan sumber kehidupan bagi semua mahluk hidup
dibumi, dengan adanya air bersih roda kehidupan pun bisa berputar sebagaimana
mestinya. Tanpa air yang bersih akan timbul banyak masalah kesehatan yang
menggangu kehidupan dibumi, contohnya penyakit diare yang dikarenakan zat-zat
mikroba dalam air juga keterbatasan memperoleh akses air bersih. Selain itu
akan banyak timbul juga penyakit apabila masyakat tidak dapat menjaga
kebersihan dengan sanitasi yang layak.

Melihat
kondisi ini masih banyak masyarakat dunia yang hidup dengan keterbatasan untuk
memeperoleh akses air bersih dan sanitasi yang layak. Walaupun hal ini sering
terjadi kepada masyarakat yang kurang berada, namun mereka semua memiliki hak
untuk memperoleh akses air bersih dan sanitasi yang layak. Oleh karena itu perlu
uluran tangan dari semua pihak untuk turut ikut serta membantu terwujudnya
program ini, agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak mempunyai akses untuk
memperoleh air bersih dan sanitasi yang layak.

1.2  Rumusan
Masalah

Rumusan
makalah ini adalah :

1.2.1       
Bagaimana kondisi air bersih dan
sanitasi di Indonesia ?

1.2.2       
Apa saja tantangan dalam mengadapi
permasalah tersebut ?

1.2.3       
Bagaimana sudut pandang Islam terhadap
air bersih dan sanitasi ?

1.2.4       
Bagaimana solusi untuk mengatasi
permasalahan tersebut?

 

1.3  Tujuan
Penulisan

Tujuan
penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :

1.3.1       
Kondisi air bersih dan sanitsi di
Indonesia

1.3.2       
Tantangan dalam mengatasi permasalahan
tersebut

1.3.3       
Sudut pandang Islam terhadap air dan
sanitasi

1.3.4       
Solusi untuk mengatasi permasalahan
tersebut

BAB
II

PEMBAHASAN

2.1 Kondisi Air Bersih
dan Sanitasi di Indonesia

            Menurut data yang dihimpun oleh
UNICEF Indonesia pada tahun 2012 dalam Ringkasan Kajian  Air Bersih, Sanitasi & Kebersihan,
Indonesia telah menunjukan kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan akses
pelayanan air dan sanitasi dibandingkan dengan beberapa dekade sebelumnya.
Provinsi yang memiliki kemajuan paling tinggi rumah tangga yang memperoleh
akses sumber air bersih dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia yaitu Jawa
Tengah sebesar 70% sedangkan provinsi yang memperoleh prosentasi terendah dari
semua provinsi yaitu DKI Jakarta sebesar 25%. Hal tersebut menunjukan bahwa
kemajuan suatu daerah tidak berbanding lurus dengan ketersedian air bersih untuk
masyarakatnya, justru berbanding terbalik seiring berkurangna lahan dan akses
rumah tangga memeperoleh air bersih. Walaupun begitu provinsi DKI Jakata
menempati posisi pertama dalam mempunyai fasilitas sanitasi yang lebih baik dan
paling sedikit masyarakatnya yang masih membuang air  besar di tempat terbuka dibandingkan dengan
provinsi lainnya.

            Penyebab lain yang menghambat
memperoleh akses air bersih adalah ketersediaan air bersih tersebut di
lingkungan sekitar masyarakat, banyak sekali aktivitas masyarakat yang
menggangu ketersediannya air bersih diantaranya yaitu buang air besar di tempat
terbuka, banyak masyarakat miskin diperkotaan masih melakukan kegiatan
tersebut. Kepadatan penduduk menyebabkan kurangnya kebersihan serta sanitasi
yang buruk dapat menciptakan kondisi yang tidak sehat. Air menjadi
terkontaminasi zat-zat yang berbahaya dan dapat menyebabkan sumber bibit
penyakit, seperti disentri, kolera dan penyakit diare lainnya, tipus,
hepatitis, leptospirosis, malaria, deman berdarah, kudis, penyakit pernapasan
kronis dan infeksi parasit usus. Laporan Riskesdas tahun 2007 menyatakan bahwa
penyakit diare di Indonesia merupakan penyebabutama kematian anak berusia di
bawah lima tahun, hal tersebut disebabkan oleh penggunaan sumur terbuka rumah
tangga untuk air minum dibandingkan penggunaan air ledeng, serta buang air
besar di sungai atau selokan di bandingkan dengan menggunakan fasilitas toilet
pribadi atau septik tank.

            Kaum miskin di perkotaan lebih
terbebani lagi dengan harus merogoh kantung yang lebih dalam untuk mepeoleh
oleh air yang berkualitas lebih buruk dibandingkan dengan kelompok kaya.
Tersediannya sarana air di perkotaan tidak dapat dijangkau oleh semua kalangan
karena perluasan pelayanan tidak dapat mengimbangi perkembangan penduduk di daerah
perkotaan. Hal tersebut menyebabkan penduduk lainnya bergantung kepada sumber
air lain, seperti sumur dangkal, penjual air keliling dan jaringan privat yang
terhubung dengan sumur yang dalam. Namun biaya yang diperukan untuk memperoleh
sumber air alternatif ini tidaklah murah seperti harga air ledeng yang biasa
digunakan masyarakat sehari-hari.

2.2
Tantangan dalam Mengatasi Permasalahan

            Banyak pemerintah kabupaten setelah
masa desentralisasi merasa terhambat karena kurangnya keahlian di sektor
perairan dan kapasitas kelembagaan. Kesulitan untuk merekrut tenaga yang
terampil karena pada umumnya mereka memilih untuk tinggal di derah perkotaan
dibandingkan untuk menetap di kabupaten-kabupaten terpencil. Selain itu
koordinasi yang lebih kuat harus di terapkan pada beberapa kementrian dan
lembaga yang terlibat dalam sektor air bersih dan sanitasi, seperti kontraktor
yang membangung sistem perairan pedasaan harus lebih bertanggung jawab kepada
pemerintah. Akhir-akhir ini koordinasi tersebut telah meningkat  dengan terbentuknya kelompok kerja yang
disebut Pokja AMPL di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten untuk air bersih
dan sanitasi lingkungan.

            Kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya perilaku kebersihan harus ditingkatkan karena survei di enam
provinsi yang dilakukan oleh Universitas Indonesia. Hasil survei tersebut
menyatakan bahwa kurang dari 15 persen ibu mencuci tangan mereka dengan sabun
setelah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan atau membersihkan pantat
anaknya. Angka tersebut menunjukan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat
minim dalam menerapkan kebersihan dalam kegiatannya sehari-hari.

            Limbah padat yang ada diperkotaan
diolah secara lambat dan tidak teratur dengan baik. Walaupun rumah tangga harus
mengeluarkan biaya untuk membayar pegawai pengusaha swasta kecil untuk
mengumpulkan dan membawa sampah ke tempat penampungan atau pembuangan akhir.Tetap
saja ada keterbatasan kemajuan fasilitas dalam pengelolaan limbah.

2.3
Sudut Pandang Agama Islam

            Agama Islam merupakan rahmat bagi
siapa saja yang dapat mengamalkannya, termasuk mengikuti tuntunan yang tertulis
dalam kitab suci Al-Quran serta hadist-hadist yang telah diriwayatkan, agar
memperoleh syafaat dalam kehidupannya.

Agama
Islam pun mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk senantiasa menjaga
kebersihan diri maupun lingkungannya, karena kebersihan merupakan sebagian dari
iman islam seorang muslimin. Kebersihan sangat erat kaitannya dengan kesehatan,
apabila seorang mukmin mempunyai badan yang sehat makan hal itu merupakan
cerminan dari dirinya yang mempunyai seghat jasmani serta sehat rohani yang
mencerminkan hatinya yang sehat serata damai dalam menjalankan kesehariannya.
Hidup sehat merupakan hajat setiap manusia yang paling penting dalam menjalani
kehidupan ini, karena apabila seseorang tidak sehat maka dia tidak dapat
menjalankan kehidupannya dengan baik dan tidak bisa mengantarkan kepada taraf
kehidupan yang lebih baik. Hal itu menjadi motivasi bagi setiap umat muslim
untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidupnya, termasuk dalam bidang
kesehatan. Sesuai dengan firman Allah swt. dalam surat Al-Maidah (5) : 16

“Dengan
kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan
keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu
dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang degan seizin-Nya dan
menunjuki mereka kejalan yag lurus.”

            Air dalam ajaran agama islam sangat
penting fungsinya, bukan sekedar sebagai sumber kehidupan berupa minuman yang
dibutuhkan oleh semua mahluk hidup dan untuk mendukung hampir semua aktivitas,
tetapi juga sebagai sarana penting dalam mendukung aktivitas beribadah. Shalat,
membaca Al-Quran, thawaf, dan ibadah lainnya mengharuskan orang tersebut untuk
suci dari segala hadas dan najis. Dalam ilmu Fiqh, menetapkan air sebagai alat
suci dari hadas dan najis, melalui cara wudhu atau mandi. Selain air, apabila
tidak terdapat, tanah dapat digunakan sebagai media untuk berwudhu dengan cara
ber tayamum ataupun batu untuk istinja dan yang lainnya sebagai pengganti air.
Hampir dalam seluruh rangkaian beribadah, bersuci selalu didahulukan dan
sebagai persyaratan wajib sebelum melaksanakan ibadah tersebut. Kedudukan air
dalam kehidupan dan sebagia alat untuk bersuci dijelaskan dalam surat Al-Anbiya
(21) : 30

“.. dan dari air Kami
jadikan segala sesuatu yang hidup…”

            Kemudian Al-Quran juga menerangkan
bahwa manfaat air dapat membuat tanaman-tanaman yang dahulunya tandus menjadi
subur dan dapat bermanfaat bagi seluruh mahluk hidup. Tertulis dalam Surat As –
Sajadah (32) :27

“Dan
apakah mereka idak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang
mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu
tanam-tanaman yang daripada (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan
mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan ?”

            Juga dalam Surat Faathir (35) : 27

“Tidakkah
kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan
dengan hujan itu buah – buahan yang beraneka macam jenisnya … ”

            Kedudukan air dalam kehidupan ini
sangatlah amat penting jika ditinjau dari sisi agama, ditambah lagi denga fakta
bahwa bumi ini lebih dari tiga per empat bagiannya merupakan air, sehingga
banyak sekali manfaat yang dapat diperolah. Kebersihan sangat dekat kaitannya
dengan kesehatan dan hal tersebut dapat diperoleh dengan meberapkan pola hidup
yang sehat serta sanitasi yang layak, yang keduanya memerlukan sejumlah air
bersih.

2.4
Solusi dari Permaslahan Krisis Air Bersih dan Sanitasi di Indonesia

            Melihat kepada kondisi masyarakat
Indonesia saat ini yang masih kurang kepeduliannya terhadap lingkungan, menyebabkan
masyarakat masih kesulitan untuk medapatkan akses air bersih yang sehat dan
layak. Ada beberapa solusi yang dapat di terapkan untuk mengatasi permasalahn
krisis air bersih dan sanitasi.

            Langkah yang paling mendasar adalah
pemerintah menanamkan kesadaran masyarakat terhadap kepedulian lingkungan
sekitarnya sehingga terciptanya lingkungan yang sehat dan bersih, walaupun
telah ada program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang telah digalakkan
sejak anak – anak berada di bangku sekolah dasar. Rasanya hal itu belum cukup untuk
terus mengkampanyekan hidup bersih dan sehat dikalangan masyarakat. Perlu
tenaga ekstra yang lebih dikeluarkan untuk mengedukasi masyarakat, baik itu
dari peerintah mauun lembaga masyarakat, terutama untuk masyarakat miskin yang
minim akan pengetahuan tentang kebersihan serta sanitasi sehingga mereka dapat
mengerti manfaat serta terhindar segala bibit penyakit yang dapat menyerang
mereka.

            Kemudian Langkah selanjutnya
pemerintah harus memberi perhatian lebih kepada masyarakat-masyarakat yang
kurang mampu mendapatkan akses air bersih. Dengan menaikkan anggaran daerah
agar dapat memepermudah akses masyarakat memeperoleh air bersih merupaka
langkah penting yang juga harus diterapkan, karena pemerintah mengemban tangung
jawab yang besaruntuk kesejahteraan rakyatnya.

            Langkah yang dapat diterapkan lagi
yaitu menjalinkerjasama dengan lembaga – lembaga internasional utuk turut serta
membantu mengatasi permasalahkan air bersih dan sanitasi di Indonesia.
Contohnya lembaga PBB, melalui pernatara WHO atau UNICEF dalam mewujudkan
tujuan ke 6 SDGs yaitu ketesediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi
seluruh orang. Kemudian masih banyak langkah –langkah lainnya dalam mewujudkan
hal tersebut.

 

 

 

BAB
III

PENUTUP

3.1
Kesimpulan

            Permasalahan ketersediaan air bersih
dan sanitasi yang layak masih merupakan masalah utama bagi penduduk negara
berkembang, khususnya Indonesia. Kondisi akses air bersih serta sanitasi yang
masih buruk, walaupun terlihat kemajuannya, merupakan celah bagi masayarakat
Inonesia untuk terus menuju arah yang lebih baik dalam menciptakan lingkungan
yang bersih, sehingga dengan begitu angka kematian anak akibat penyakit diare
karena kurangya kebersihan dan sanitasi dapat dikurangi dengan perlahan.

            Dalam sudut pandang agama Islam pun
ditekannkan bahwa menjaga kebersihan termasuk kebersihan diri merupakan langkah
awal dalam memluai suatu ibadah, contohnya berwudhu. Oleh karena itu Islam
sangat mewajibkan setiap pemeluknya untuk selalu menjadi pribadi yang lebih
baik lagi, termasuk dalam menjaga kebersihan dan sanitasi yang baik agar
terhindar dari segala penyakit. Karena apabila seseorang terserang penyekit
maka ia tidak dapat menjalankan hidupnya dengan baik dan mengurangi
aktivitasnya untuk bermanfaat bagi orang lain, termasuk beribadah. Maka itu
Islam sangat menekankan dalam menjaga sanitasi serta membantu menyediakan air
bersih bagi sesama umat manusia.

3.2 Saran

            Mengatasi permasalahan ini bukanlah
sesuatu yang mudah, pelu uluran tangan dari banyak pihak agar program ini dapat
berjalan dengan lancar. Namun tidaklah berhasil apabila tidak adanya kemauan
dari diri sendiri, termasuk masing-masing pribadi untuk senantiasa menerapkan
perilaku hidup sehat agar terciptannya lingkungan yang bersih dan sehat. Semua
kembali lagi kepada dirinya sendiri apabila dapat mengemban amanah dengan
senantiasa menjaga dan menerapkan sanitasi yang baik maka terciptanya lingkungan
yang bersih pun akan mudah diwujudkan.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Katherine!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out