Site Loader

Telur merupakan bahan pangan hewani yang cukup
populer karena pengolahannya sangat mudah dan memiliki kandungan gizi yang
tinggi.  Salah satu jenis telur yang
banyak diminati oleh masyarakat ialah telur puyuh. Puyuh mampu menghasilkan
telur hingga mencapai 250-300 butir/ekor/tahun dengan berat rata-rata telur
sekitar 10 gr. Telur puyuh merupakan bahan makanan yang memiliki peranan
penting dalam membantu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, terutaman kebutuhan
akan protein hewani karena telur puyuh memiliki kandungan protein relatif lebih
tinggi untuk setiap butir telurnya dibandingkan telur ayam (Sudrajat dkk., 2014).
Permintaan telur puyuh di pasaran sangat tinggi namun jumlah yang dipasok oleh
sentra peternak puyuh hanya mampu memenuhi sekitar 10% permintaan pasar. Permintaan
puyuh di wilayah  Jabotabek, Provinsi Banten dan Priangan timur perlu pasokan puyuh 12,5 juta/minggu,
saat ini baru disiapkan 3,5 juta butir/ minggu, berati masih perlu 9 juta butir
lagi, untuk itu beternak puyuh memiliki peluang yang besar. Dalam beternak
puyuh petelur perlu mempersiapkan beberapa hal yaitu mempelajari cara beternak
puyuh yang baik, menyiapkan tempat dan kandang, menyiapkan bibit puyuh petelur
yang berkualitas, dan pakan (Wuryadi,
2014).

Agar telur yang dihasilkan dapat diterima dengan
baik oleh konsumen maka hal utama yang perlu diperhatikan ialah kualitas telur
dan bagaimana cara agar puyuh yang diternakan menghasilkan kualitas telur yang
baik. Karena konsumen selalu mencari telur segar, dengan berat standar,
kualitas kerabang baik, warna kuning telur yang menarik (kuning) dan putih
telur yang relatif kental. Semua kriteria mengenai kualitas telur tersebut akan
menentukan harga telur per satuan unit (Rp/kg) di pasaran (Yuwanta, 2010). Secara
umum kualitas telur dipengaruhi oleh pakan yang diberikan, kondisi lingkungan,
penyakit serta penanganan telur. Untuk mengetahui pengaruh pakan terhadap
kualitas telur dapat

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 dilakukan dengan cara mengamati
bagian ekstrior dan interior telur. Kualitas telur ditentukan oleh kualitas
eksterior dan interior telur. Kualitas eksterior ditentukan oleh warna, bentuk,
tekstur, keutuhan dan kebersihan kerabang telur. Sedangkan kualitas interior
meliputi kekentalan putih telur, warna dan bentuk kuning telur  (USDA,
2000 dalam Ismawati, 2011). Bagian eksterior telur
merupakan bagian luar dari telur yang melindungi bagian dalam telur. Bagian
interior telur dapat dijadikan acuan dari baik atau buruknya kualitas telur,
karena apabila kualitas interior puyuh baik maka dapat dipastikan bahwa telur
tersebut memiliki kualitas yang baik. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan
terhadap kualitas eksterior dan interior telur puyuh. Bagian eksterior yang
diamati ialah bobot telur, bentuk telur/shape index, berat cangkang dan tebal
cangkang. Sedangkan untuk bagian interior yang diamati ialah indeks putih
telur, berat putih telur, haugh unit, indeks kuning telur, berat kuning telur,
warna kuning telur dan tinggi kantung hawa. Apabila telur yang diuji memiliki
kualitas yang baik maka dapat dipastikan bahwa pakan yang diberikan memberikan
pengaruh yang baik. 

Pakan merupakan salah salah faktor utama dalam pemeliharaan
ternak, ketersediaan pakan merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin
keberhasilan pemeliharaan ternak puyuh. Pakan yang diberikan pada puyuh harus
memenuhi kebutuhan gizi puyuh yang disesuaikan dengan tingkatan umurnya. Puyuh
yang baru berumur 0-3 minggu membutuhkan protein sebesar 25% dan energi
metabolisme 2900 kkal/kg. Pada umur 3-5 minggu kadar pemberian protein pada
puyuh harus dikurangi menjadi 20% dan energi metabolismenya menjadi
2600kkal/kg. Sedangkan puyuh dewasa memiliki kebutuhan protein dan energi
metabolisme yang sama dengan puyuh umur 3-5 minggu (Listiyowati dan Roospitasari,
2000).

Karena pakan sebagai faktor utama dalam pemeliharaan ternak puyuh
maka sebagian besar biaya yang digunakan dalam beternak puyuh ialah untuk
memenuhi kebutuhan pakan. Jumlah biaya
yang dikeluarkan untuk pakan berkisar antara 70-80% dari total seluruh biaya
yang harus dikeluarkan oleh peternak puyuh (Bakrie dkk., 2012). Sebagai upaya
agar dapat menekan biaya konsumsi pakan pada ternak maka perlu dilakukan upaya
untuk mencari sumber pakan baru sebagai alternatif bahan pakan yang memiliki
harga yang terjangkau tetapi memiliki kualitas yang baik dan layak digunakan
sebagai pakan. Untuk mengatasi permasalahan pakan dapat diatasi dengan cara
pengembangan peternakan secara integratif dengan usaha pertanian maupun
industri, sehingga dapat menekan biaya produksi. Hal yang dapat dilakukan yaitu
dengan memanfaatkan limbah industri yang dapat digunakan sebagai bahan pakan (Dewi 
dan Setiohadi, 2010).

Tanaman kangkung sendiri banyak
dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif baik untuk ruminansia maupun
unggas. Namun selama ini yang dimanfaatkan hanya bagian daun dan batangnya saja
padahal kangkung darat merupakan  jenis
tanaman yang dapat menghasilkan biji. Biji kangkung yang memiliki kualitas baik,
digunakan kembali sebagai benih namun dalam proses seleksi biji kangkung untuk dijadikan
benih banyak ditemukan biji kangkung yang tidak layak dijadikan sebagai benih
maka biji kangkung tersebut menjadi limbah budidaya kangkung. Biji kangkung (Ipomoea reptans, Poir.) belum pernah digunakan
sebagai pakan ternak. Namun karena tidak berbenturan dengan kepentingan manusia
dan bisa diperoleh dalam jumlah yang banyak, maka biji kangkung bisa dijadikan
alternatif bahan pakan unggas. Biji kangkung darat mengandung protein yang cukup
tinggi, dari hasil uji proksimat mengandung  protein kasar 13,50 %, kadar air 10, 45%, abu
27,63%, serat kasar 15,87%, lemak kasar 2,32%, Ca 0,26%, P 0,85 % dan energi
metabolit sebesar 2.826 kkal (Data hasil proksimat belum dipublikasi). Dengan
penelitian ini biji kangkung diharapkan dapat digunakan sebagai pakan tambahan,
dan memberikan pengaruh yang baik untuk kualitas telur puyuh. 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Katherine!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out